Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di gudang lagu mandailing,saya senang anda berada disini.Tapi maaf gudang lagu mandailing sedang dalam perbaikan.silakan anda berkunjung di lain waktu.Terima kasih...Horas...horas...

September 22, 2009

LUBIS DAN NASUTION

Ada orang berpendapat bahwa orang-orang Mandailing marga Lubis dan Nasution berasal dari daerah Toba. Sementara marga-marga kecil seperti Pulungan, Parinduri, Rangkuti, Borotan berasal dari perpindahan penduduk yang pertama dari daerah Toba ke Mandailing. Tetapi orang-orang Mandailing pada umumnya menolak pendapat demikian dan "menyangkal setiap tali persaudaraan dengan orang Batak".

Sebagai contoh penolakan itu ialah "gambaran yang di sekitar tahun 1890 diberikan oleh seorang kepala kuria (qariah/kariah/khariah) kepada kontrolir Ris, bahwa nama Lubis sebenarnya haruslah Bugis kerana itu asal-usul marga itu seharusnya ditarik dari keturunan Bugis". Mengikut pendapat Raja Mulia Kuria Aek Nangali pula, Namora Pande Bosi yang menurunkan marga Lubis adalah cucu seorang nakhoda bernama Angin Bugis dari pulau Sulu. Sementara orang-orang Mandailing bermarga Nasution meyakini bahwa mereka adalah keturunan Si Baroar yang pada masa bayinya ditemukan di tengah hutan oleh Sutan Pulungan raja dari Huta Bargot di Mandailing Godang. Versi lain mengatakan bahwa "Nasution yang pertama kiranya adalah putera dari Raja Iskandar Muda dari Pagar Ruyung (pusat dari kerajaan Minangkabau kuno), yang pada gilirannya adalah cucu dari Sultan Iskandar, nama bagi Alexander de Grote (the Great) dalam cerita-cerita Indonesia. Dalam perjalanan menjelajahi pulau Sumatera, Iskandar Muda sampai berhubungan dengan seorang gadis bunian, yang melahirkan seorang anak lelaki untuknya". Anak tersebutlah kemudiannya ditemukan Sutan Pulungan di tengah hutan sedang ia berburu.

Kisah tentang Si Baroar sangat meyakinkan bagi masyarakat Mandailing kerana sekitar pertengahan abad yang lalu kisah tersebut telah dituliskan oleh Willem Iskander (1840-1876) dalam buku karangannya berjudul Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk. (pic of Willem Iskander & his book) Buku tersebut yang ditulis dalam bahasa Mandailing dipakai untuk bahan bacaan di sekolah-sekolah sampai pada masa awal kemerdekaan Indonesia.





Artikel/Lagu Mp3 Lain Yang Mungkin Anda Cari:

0 komentar:

Posting Komentar

Wajib beri komentar...!!!,kritik dan sarannya di tunggu kawan...!!!