Info

SELAMAT DATANG

Selamat datang di gudang lagu mandailing,saya senang anda berada disini.Tapi maaf gudang lagu mandailing sedang dalam perbaikan.silakan anda berkunjung di lain waktu.Terima kasih...Horas...horas...

Oktober 18, 2009

Si Langkitang dan si Baitang meninggalkan Liang Atonnga

Apa yang disebut Sutan Bugis,yang boleh mereka bawa dituruti mereka.Yang di bawa dari rumah terdiri da ri satu tanduk kerbau yang telah di ukir berisi emas,satu ultop (ultop),seekor ayam jantan dengan pautannya serta sebuah raut pusaka yang di bawa mendiang Namora pande bosi yang disebut badik di daerah Bugis.

Alat-alat memasak merupakan periuk dari tanah serta sendok dan perbekalan berupa beras ala kadarnya dan padi untuk bibit.Setelah sampai di tempat yang serasih.Mulailah Silangkitang dan Sibaitang menelusuri Aek Batang Angkola menjurus ke hilir.

Berhari-harimenyusuri sungai belum juga mereka menemukan sungai yang di sebutkan ayahnya.Bila mereka lapar di jalan mereka memakan umbut kayu ataupun rotan,mengingat perbekalan sangat terbatas.

Adakalanya mereka menangkap ikan tambahan makan.Mereka dengan sabar menelusuri sungai itu hingga ke hilirsampai mereka jumpa dengan sungai yang bertemu dengan Aek Batang Angkola.Lama kelamaan mereka berjumpalah dengan dengan sungai yang disebutkan ayahnya.Sesudah mendekati sungai ituyang bertemu dengan sungai Aek Batang Angkola,berkatalah Silangkitang "Ale dongan sahadosan (kawan sama besar) sungai inilah yang di bilang mendiang ayah kita yang akan kita ikuti ke hulu.Di jawab Sibaitang : kalau inilah sungai itu mari kita ikuti ke hulu sampai dapat tempat yang aman.

Selama mereka menelusuri sungai itu ayam yang mereka bawa tak pernah berkokok.Mereka menyelusuri sungai yang baru itu Sungai Batang Gadis dengan susah payah,berjalan naik turun karna banyak bukit-bukit.

mereka tak memikirka makan karna sudah banyak burung yang di hultop,apalagi ikan di sungai sehingga beras tidak banyak berkurang.Kalau makan sudah tiba mereka naik pokok kayu yang rindang di tepi sungai untuk tidur.Besok harinya sebelum perjalanan diteruskan mereka makan dulu,setelah itu mereka menjumpai sebuah dusun,mereka tidak tau nama dusun itu.Dusun itu di tumbuhi pohon bargot (nyiur),pada seorang penduduk mereka tanya apa gerangan nama dusun itu,orang itu manjawab Huta Tabargot.disini mereka berhari-hari melepas lelah.
Disini mereka meragat mereka tidak pernah mendapat ngira sebab tiap pagi mereka ragat malamnya di minum beruang.Hingga mereka berpendapat tempat ini tidak boleh dididami lama-lama.Mereka pun meninggalkan dusun Huta Bargot.

Pada suatu hari mereka beerjumpa lagi dengan sungai kecil yang muaranya keluar sungai yang mereka sususri,disini meraka memasak nasi karena meraeka sudah lapar.
SIlangkitang berkata : Ale dongan sahadosan kehema ligi ampot malampotma indahan tai.. Sibaitang pergi melihat periuk nasi meeka sudah miring.berkata
Sibaitang :kalau begitu inilah nanti luhat mandailing Dlam bahasa Indonesia :merasa nasi dari periuk yang miring (mandai indahan sian hudon na miring).Dulu sungai kecil tersebut disebut orang sungai mandailing.sekarang mungkin sudah berobah menjadi rura (parit).

Sesudah selesai makan mereka bergegas berangkat mencari tempat kediaman yang abadi.Begitulah keadaan mereka tidur di pokok kayu,siang makan umbut kayu yang tumbuh di batang kayu yang tumbuh di tepi sungai.keadaan dan penderitaan mereka setelah meninggalkan Luhat ATONNGA tidak mengendorkan semangat mereka kelelahan di perjalanan membuat mereka istirahat di suatu tempat dan mengikat ayamnya pada kayu kecil

Tempat ayam yang di ikaty tadi mereka sebut tambatan lambat laun di sebut orang Tambangan.Dari tambatan ayam itu mereka meneruskanperjalanan mennyusuri Sungai Batang Gadis.

Beberapa hari sampailah pada sungai yang brmuara k batang gadis,disini mrka istirahat dan ayam pun di lepaskan,ayam itu brkais kjadian itu di lihat si langkitang dan brkata tmpat ini kita sbut Muara Mais.Ayam itulah yang mnntukan nama dusun yang mereka lewati.

Dari tempat ayam itu berkais mereka meneruskan perjalanan tidak lagi berat sebab tidak bayak lagi bukit-bukitnya.Setelah mereka sampai pada suatu tempat ayam itu brkokok sangat kuatnya,mendengar suara ayam itu silangkitang berkata:ale dongan sahadosan on ma luhat na ni dokon mendiang amantai anggo pandapotku ulang be hita tu julu di son ma hita tinggal.
Artinya : o saudarangku inilah tampat yang di katakan mendiang ayah kita,kalau pundapat saya kita tidak uasah teruskan ke hulu.
Dijawab si baitang :inda pola bi anggo songoni pandapot dongan sihadosan,di sonma hita tinggal.
Artinya : Tidak apa saudarang brpndapat begitu disinilah kita tinggal,bagi saya sama aja.

Mulailah mrka mnebang kayu kecil dngan alat yang mereka bawa.Dngan krja kras berdirilah pondok tmpat mereka melepas lelah dan tidur.Dan terpikir oleh mereka jika kami tidak cepat membuka perladangan nanti bibit kami tidak bisa tumbuh.Merekapun membuat perladangan di lereng gunung agar mereka dekat bekerja.

Tiap hari mereka mmbersihkan padi di ladang,adakalanya pergi mengultop burung dansi baitang menangkap ikan,hingga makanan mereka tak pernah putus.Padi yang mereka tanam mulai menguning.hingga mreka tidak prlu memikirkan makanan sehari-hari.

Tibalah waktunya menggotol panen mereka,panen mereka sangat banyak tanpa diduga.
Pada suatu pagi sibaitang pergi mandi di sungai dia melihat batang kayu lapuk hanyut di atas kayu itu ada asap api,dan ia berpikir tentu ada orang di hulu sungai.

Setelah itu ia ceritakan pada silangkitang kejadian yang di lihatnya.Mendengar ucapan si baitang,silangkitang pun berkata : api itu pertanda ada orang di hulu. Kalau begitu saya akan ka hulu jika dongan sahadosan setuju kata si baitang.

Keesokan harinya si baitang berangkat si baitang ia berkata si langkitang,bawa tanduk pusaka kita,raut (badik) dan ayam kita.pada saya cukup ultop untuk berburu.sibaitang pun berangkat menuju hulu meninggalkan si langkitang.....



Artikel/Lagu Mp3 Lain Yang Mungkin Anda Cari:

0 komentar:

Posting Komentar

Wajib beri komentar...!!!,kritik dan sarannya di tunggu kawan...!!!